Penjelasan dan Teknik Peledakan Tambang

Teknik Peledakan Tambang

Penjelasan Dan Teknik Peledakan Tambang - Perbedaan utama antara Peledakan Tambang bawah tanah dan peledakan permukaan adalah jenis arah peledakan. Dalam peledakan terowongan, maka arah peledakan mengarah ke bidang bebas. Sedangkan pada peledakan jenjang, maka arah peledakan dilakukan terhadap dua atau lebih bidang bebas.

Selain jumlah arah bidang bebas, ruang untuk peledakan di bawah tanah terbatas, sehingga perlu dibuat bidang bebas kedua yang berguna sebagai arah peledakan selanjutnya. Lokasi bawah tanah merupakan lokasi lapangan yang cukup terbatas.

Sehingga hal pertama yang perlu diantisipasi dalam pemboran lubang ledak bawah tanah adalah menyediakan lapangan bebas dengan menggunakan satu atau lebih lubang bor kosong yang tidak diisi bahan peledak, serta menggunakan detonator untuk menentukan waktu jeda dalam pengeboran. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam peledakan adalah sifat-sifat batuan yang penting seperti di bawah ini:

• Kekerasan: Ketahanan permukaan halus terhadap abrasi. Kekerasan digunakan untuk mengukur sifat teknis bahan batuan.

• Abrasiveness: Parameter yang mempengaruhi keausan mata bor. Kekasaran tergantung pada komposisi batuan. Keausan mata bor sebanding dengan komposisi batuan. Kandungan kuarsa dalam batuan biasanya dianggap sebagai indikator yang dapat diandalkan untuk mengukur keausan mata bor.

• Tekstur: Struktur butir batuan dan dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat porositas, densitas kelonggaran dan ukuran butir. Tekstur juga mempengaruhi kecepatan pengeboran.

• Struktur: Fraktur, sesar, bidang lapisan sekistositas dan jenis batuan, dip, strike.

• Breaking characteristic: Menggambarkan sifat batuan ketika dipukul dengan palu. Setiap jenis batuan memiliki sifat dan tingkat kerusakan tertentu yang berkaitan dengan tekstur, komposisi mineral dan strukturnya.

Secara garis besar jenis bahan peledak diklasifikasikan menjadi 3 bagian, yaitu:

• Bahan peledak mekanik

• Bahan peledak kimia

• Bahan peledak nuklir.

Berdasarkan bidang penggunaannya, bahan peledak dibagi menjadi:

• Bahan peledak militer (untuk keperluan militer)

• Bahan peledak komersial atau industri (untuk pekerjaan sipil, pertambangan, dll), umumnya dari bahan peledak kimia.

Berdasarkan kecepatan reaksinya, bahan peledak dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

• Bahan peledak kuat (high explosives)

• Bahan peledak lemah (low explosives).

Teknik Peledakan Tambang

Secara umum teknik peledakan tambang dibagi menjadi empat kelompok besar, yaitu:

• Cut holes, berfungsi untuk memberikan ruang kosong untuk peledakan lebih lanjut. Beberapa jenis lubang potong yang dapat diterapkan di lapangan adalah pararel cut dan v-cut.

• Blast holes adalah lubang ledakan yang berfungsi untuk menghancurkan sebagian besar permukaan kerja. Formasi lubang bor (burden dan spasing) pada umumnya menyerupai lubang paralel yang disusun menurut desain dan disesuaikan dengan luas permukaan kerja.

• Contour holes, berfungsi untuk membentuk dinding terowongan. Formasi lubang bor ini diletakkan dekat dengan batas luar permukaan kerja yang akan dibentuk.

• Floor holes, berfungsi untuk membentuk lantai terowongan. Formasi ini diletakkan berlapis-lapis di lantai terowongan dengan jarak yang agak rapat.

Geometri Peledakan Pada Tambang Bawah Tanah

Bidang bebas kedua, atau biasa dikenal dengan cut, berfungsi sebagai bidang bebas pada ledakan berikutnya, yang kemudian akan diperbesar dengan menggunakan dua atau lebih lubang tembakan pada ledakan tersebut. Pemotongan dapat ditempatkan di mana saja di sepanjang permukaan terowongan, tetapi harus diperhatikan bahwa lokasi pemotongan mempengaruhi arah lemparan, konsumsi bahan peledak, dan jumlah lubang ledakan.

Jika potongan ditempatkan dekat dengan dinding, itu akan mengurangi jumlah lubang ledakan, tetapi akan menyebabkan kelemahan lain. Untuk mendapatkan arah peledakan lempar ke depan dan susun di tengah, umumnya potongan diletakkan di tengah penampang dan sedikit di bawah permukaan. Posisi ini akan menghasilkan lemparan yang dekat dan konsumsi bahan peledak yang lebih sedikit karena stop berada di bawah.

Posisi potongan yang tinggi akan memudahkan untuk memuat produk peledakan, namun konsumsi bahan peledak akan meningkat karena stoping mengarah ke atas. Secara umum, potongan terletak di baris pertama lubang tembak di atas terowongan. Semakin besar diameter lubang bor, semakin besar kemungkinan kemajuan.

Demikian ulasan artikel tentang Penjelasan Dan Teknik Peledakan Tambang, semoga bermanfaat.

Read More